Kamis, 15 Desember 2016

Jadi Pengusaha karena Hobi Modifikasi Mobil

 Jadi Pengusaha karena Hobi Modifikasi Mobil



Menjalani usaha sesuai hati dan minat adalah hal yang paling menyenangkan bagi banyak orang. Meskipun setiap usaha tersebut tidak langsung menemui jalan kesuksesan, memetik hikmah dari kegagalan pun tidak akan menyurutkan semangat berusaha.

Itulah yang dialami Andre Mulyadi, pria berkulit putih yang saat ini sedang menjalankan usahanya di bidang auto-modification dan custom painting. Berkat kegigihannya, sekarang dia telah memiliki sebuah bengkel yang bernama Signal Kustom Built di Jalan Jakarta, Bandung.

Nama tempat usahanya tersebut kini tidak hanya diperhitungkan di Bandung, tetapi juga di Indonesia hingga luar negeri. Kesuksesan yang dia raih kini bukanlah tanpa perjuangan yang panjang dan usaha yang keras.

Berbagai kendala pernah dihadapinya. Andre yang memulai usahanya sejak dia masih duduk di bangku SMA mengaku usaha ini dia rintis dari awal. “Tidak ada bayangan bahwa bengkel modifikasi mobil ini akan menjadi seperti sekarang,” kata pria kelahiran Ciamis, 20 November 1984 ini.

Andre mengawali usahanya ini dari hobi dan minat terhadap automotif yang dia miliki. Pindah dari Ciamis menuju Bandung saat memasuki bangku SMA, sejak itulah hobi dan minatnya terhadap automotif muncul. “Mempunyai teman-teman yang memiliki minat yang sama, membuat ketertarikan kepada automotif, khususnya modifikasi, semakin muncul,” ujar Andre.

Berbekal hobi dan minat, meski tidak mempunyai latar belakang desain atau automotif, Andre nekat membuka usaha di salah satu rumah kerabatnya. Ruang kosong di rumah kerabatnya itulah yang dimanfaatkan Andre sebagai bengkel modifikasi kecil-kecilan. Usahanya tersebut memang tidak mendapatkan dukungan sedikit pun dari orang tuanya. “Orang tua saya berpendapat memodifikasi mobil itu hanya buang-buang uang saja,” kata Andre.

Meski tidak mendapat restu dari orang tua, tekatnya sudah bulat. Dia tetap membuka usahanya dengan modal yang nyaris tidak ada. Dia hanya ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa hobinya tersebut bisa menghasilkan uang dan tidak hanya membuang-buang uang. Mobil pertama yang ia garap adalah mobil milik teman sekolahnya dulu.

Modal nekat dan berani mencoba memang yang ia andalkan pada saat itu. Sekali mencoba memang tidak lantas membuat mobil hasil modifikasinya bagus. Mencoba berkali-kali pun dia lakoni. Dia membuka usaha secara resmi pada 2003. Kalau ditanya pernah mengalami kegagalan atau tidak, Andre dengan mantap menjawab, “Pasti pernah,” ujarnya.

Dia memang pernah beberapa kali gagal memodifikasi mobil pelanggannya. Andre pun terpaksa mengganti semua kerugian. Namun, kegagalan tersebut buru-buru dijadikan pecutan olehnya agar bisa bangkit dan berusaha dengan lebih baik lagi. “Dulu usaha custom body transformasi yang ekstrem belum ada di Bandung. Kami yang pertama merintisnya,” tutur Andre.

Awal namanya mulai dikenal adalah saat ia mengubah sebuah Isuzu Panther pikap miliknya menjadi sebuah Hummer H2 SUT pada 2003. Hummer itu kemudian mengikuti berbagai kompetisi dan meraih Champion. Pada 2004 pun Signal Kustom Built yang kini sedang dikembangkannya lahir.

Sejak saat itu banyak pelanggan yang mempercayainya untuk menggarap auto-modification terhadap mobil mereka. Setelah selesai dimodifikasi pun, mobil-mobil unik tersebut turut mengikuti dan memenangkan berbagai kompetisi. Tidak tanggung-tanggung, pelanggannya bukan hanya berasal dari satu kalangan. Dari pelajar SMP hingga pejabat pun pernah dilayaninya.

Untuk modifikasi secara umum, Andre memang sudah tidak bisa lagi mengingat berapa banyak mobil yang pernah dia tangani. Namun, untuk full custom extreme, kira-kira sudah 20 mobil yang diciptakannya. Para pelanggannya yang khusus datang untuk layanan custom body transformasi yang ekstrem biasanya memang menyerahkan kepercayaan penuh kepada Andre.

Biasanya mereka hanya bertemu saat mobil selesai dimodifikasi dan mengikuti kompetisi. Berbagai kompetisi yang pernah diikuti oleh mobil-mobil hasil modifikasi Andre antara lain Autoblackthrough Bandung, Autoblackthrough Jakarta, dan Super Car Challenge. Kini sudah banyak kompetitor lahir untuk menyaingi usahanya, tapi menurut Andre, itu bukan sebuah hal yang patut ditakuti. “Setiap orang mempunyai taste dan jalannya masing-masing. Yang penting adalah usaha dan pantang menyerah,” ujar Andre. (Sumber)


 Baca Artikel Pebisnsi Jasa Lainnya

Rabu, 14 Desember 2016

Sukses dengan Mengangkat Citra Profesi Security

Sukses dengan Mengangkat Citra Profesi Security



Sebagian masyarakat masih menganggap security sebagai profesi kelas dua. Padahal dengan memikul tanggung jawab yang begitu besar, profesi ini telah memberi andil positif bagi negara. Alex Fitaliano berusaha menaikkan image security layaknya profesi lain yang dianggap bergengsi.

“Saya paling tidak suka jika orang merendahkan profess security. Karena biar bagaimanapun security merupakan profesi yang berguna untuk masyarakat dan bangsa,” tegas Alex Fitaliano, Direktur Utama Security Phisik Dinamika (SPD).

Kegelisahan yang dirasakan Alex cukup beralasan. Pasalnya, masih ada sebagian suara sumbang dalam masyarakat yang menganggap rendah profesi ini. Alex yang juga biasa mendapat sebutan Panglima SPD ini tentu tidak ingin hal itu terjadi. Ketika seseorang bisa dengan lantang mengucapkan: “Saya seorang dokter”, “Anak saya pegawai bank” atau menantu saya anggota TNI”, misalnya, tapi anak buahnya berusaha menyembunyikan profesi security.

Meski Alex juga mengaku tidak bisa menampik jika pendapat seperti itu akhirnya muncul. Karena tidak sedikit kejadian yang menunjukkan profesi security hanya sebagai pelarian belaka. Ketika sudah mentok tak kunjung mendapatkan pekerjaan, security menjadi pilihan terakhir. “Banyak yang seperti itu. Saat gagal memasuki berbagai tes pekerjaan tertentu mereka akhirnya memilih profesi security,” tambah pria yang punya nama asli M. Ali Ahmad tersebut. Namun, hal itu tentunya bukan alasan untuk memberi tempat kelas dua pada profesi yang memegang fungsi pengamanan ini.

Apalagi jika melihat profesionalisme yang kini diperlihatkan oleh sebagian besar anggota security yang dengan sigap mampu mengamankan berbagai tempat-tempat strategis dengan dukungan pengetahuan dan keahlian yang tidak dimiliki sembarang orang. Contohnya, dalam mengamankan bandara, pesawat serta gedung-gedung vital, jelas bukan pekerjaan gampang. Tugas itu telah dibuktikan dengan baik oleh para petugas security.

Karena itulah untuk menepis anggapa miring terhadap profesi security, kelahiran 18 Februari 1966 ini mencoba membangun image positif dengan mendirikan lembaga pendidikan security formal dengan bentuk akademi. Dengan dasar pendidikan dan pelatihan security yang sudah ada, ia akan mengembangkan akademii tersebut. Suami Dila Meifedila ini memulainya dengan tingkatan D1 terlebih dahulu. Selanjutnya akademi akan dikembangkan hingga mencapai jenjang pendidikan S1.

Terkait dengan tugas dan tanggung jawab sebagai security, Alex tentu bisa berbicara secara gamblang. Karena ia benar-benar terjun langsung dan merasakan suka dukanya mengemban tugas sebagai security. Alex yang mulai mengenal tugas-tugas security pada tahun 1996 ini juga terlibat dalam pengamanan pada saat terjadi kerusuhan tahun 1998. ”Saya memimpin langsung penyelamatan sejumlah bus expatriat yang akan menuju ke bandara ketika terjadi kerusuhan. Dan itu tidak gampang, ketika amuk massa melanda ke hampir seluruh ibu kota dan sebagian jalanan rawan untuk dilewati,” kenang Alex yang sempat mengerahkan tenaganya selama 24 jam ini.

Tidak ada perasaaan minder, justru sebaliknya yang muncul adalah rasa bangga menyandang profesi tersebut. Alex menyadari dengan jumlah aparat TNI/Polri yang sangat terbatas maka dukungan tenaga security mutlak diperlukan. Jika tidak, maka akan sangat rawan ketika tempat-tempat vital dan orang-orang penting tidak ada yang melakukan pengawalan.

Alex Fitaliano, Direktur Utama Security Phisik DinamikaDampak lebih luas yang ditimbulkan adalah terciptanya kondisi aman dalam sebuah negara sehingga mendukung tumbuhnya geliat perekonomian. Sehingga tidak ada kekhawatiran baik dari investor lokal maupun asing untuk menggerakkan bisnisnya di tanah air. ”Coba apa akibatnya jika republik ini mendapat stigma sebagai negara yang sarat dengan kerusuhan. Kegiatan bisnis tidak mungkin bisa berjalan normal,” tutur alumni Universitas Muslim Indonesia ini. Padahal kestabilan keamanan menjadi salah satu syarat perbaikan perekonomian sebuah negara.

Alex lantas mencontohkan akibat kejadian kerusuhan yang berlangsung pada tahun 1998. Hampir seluruh sendi-sendi perekonomian terutama di Jakarta dan beberapa kota besar hancur. Dan terbukti butuh waktu yang sangat lama untuk bisa mengembalikannya pada kondisi semula. Rupanya kejadian tersebut menjadi titik balik bagi perjalanan karir Alex selanjutnya. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, pria ramah ini menjajal peruntungannya dengan mendirikan sebuah perusahaan security.

Perusahaan yang secara resmi berdiri pada tahun 2000 ini awalnya hanya digawangi oleh sekitar 15 karyawan. Perlahan ada juga pihak yang tertarik untuk memanfaatkan jasanya, meski jumlahnya masih terbatas. ”Awalnya, kadang dapat klien kadang kosong. Meski sudah bekerja keras, kita tak lepas dari ujian-ujian berat Apalagi belum semua klien yang percaya pada kita,” kata Alex memberi gambaran bahwa tren bisnis security baru berkembang pada kurun waktu 10 tahun ini .

Namun keadaan demikian tidak menyurutkan langkahnya. Berkat kerja keras semua tim, SPD terus berkembang. Karyawannya kini mencapai 2000 orang yang tersebar di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan di luar negeri. Tak hanya itu sarana dan prasarana yang dimilikinya pun kian lengkap. Diantaranya memiliki 6 mobil operasional kantor, 3 mobil pengawalan, 5 mobil pengamanan khusus VIP, 5 mobil patroli, 15 motor patwal, 7 mobil angkutan pasukan, 4 mobil Unimog, 3 mobil reo angkut pasukan, 2 mobil penyelamatan huru-hara, 1 unit mobil canon, 2 mobil Pusdiklat, 2 mobil ambilans emergency dan mobil K-9.

Jumlah klien pun terus bertambah. Saat ini tercatat 55 klien dengan sederet nama-nama besar. Sebut saja Lion Air, Grup Lippo, Grup Sampoerna, Grup Gunung Sewu hingga Taman Ria Senayan. Lantas, bagaimana sebenarnya prospek bisnis perusahaan security? ”Prospeknya sangat luar biasa. Karena semua industri memang membutuhkan jasa security,” terang Alex yang juga memiliki bisnis kebugaran dan rumah makan tersebut.

Tapi security masam apa yang diperlukan? Inilah persoalannya. Di Indonesia kini terdapat lebih dari 600 perusahaan security dengan skala dan kualitas yang berbeda. Dampaknya, persaingan antar perusahaan pun tak bisa terelakkan. ”Kadang sampai terjadi banting-bantingan harga untuk bisa mendapatkan klien. Dan itu sebenarnya tidak bagus,” keluhnya. Karena jasa security terkait dengan pengamanan, maka bukan hanya harta yang menjadi taruhannya tapi juga nyawa. Jadi persoalan keamanan tidak selayaknya dinilai dengan harga rendah.

Kendati potensi pasar yang bisa digarap masih terbilang luas, Alex tidak ingin terjebak hanya memikirkan sisi bisnisnya saja. Perusahaan security berbeda dengan perusahaan lain yang tidak hanya hitung-hitungan profit diatas kertas. Tapi lebih mengedepankan tanggung jawab dan kulaitas dari pelanggan. Lantara komitemen itulah banyak perusahaan yang memutuskan untuk menggunakan jasa RSD. Dalam sebulan Alex mengaku bisa membukukan keuntungan hingga Rp100 juta-an, yang sebagian diantaranya dikembalikan lagi untuk berinvestasi.

Berkat kerja kerasnya wajar jika SPD mendapatkan apresiasi.  Salah satunya dalam ajang Indonesian Best Entrepreneur of The Year tahun 2009 ini dimana Alex menjadi salah seorang yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Benar salah satu agendanya ia ingin agar security menjadi profesi yang bisa dijalankan secara profesional dan bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat. ”Perjuangan SPD tidak akan berhenti hingga pemerintah menganggap security adalah bagian daripada masyarakat Indonesia yang setara dengan profesi lainnya,” tutur Alex.(sumber)



Baca Artikel Pebisnis Jasa Lainnya

Selasa, 13 Desember 2016

Garibaldi Thohir, Sang Pendiri WOM

Garibaldi Thohir, Sang Pendiri WOM




Dilahirkan dari keluarga berorientasi bisnis, Garibaldi Thohir mengakui bahwa keluarga dan latar belakang pendidikannya sangat mempengaruhi semangat entrepreneurnya. Bisnis pertamanya bermula ketika ia membentuk perusahaan induk bagi perusahaan keluarganya. Berkat inisiatif Garibaldi, 25 perusahaan ayahnya berhasil direstrukturisasi dan diperkecil menjadi 10 perusahaan yang menguntungkan.

Sebagai bagian dari strateginya untuk memperluas bisnis keluarga di bidang agen sepeda motor Honda, Garibaldi memulai bisnis utamanya di tahun 1997 dengan membeli perusahaan multi finansial yang kemudian dikenal sebagai PT Wahana Ottomitra Multiartha (PT WOM). PT WOM bergerak dalam bidang penyedia cicilan pembelian sepeda motor Honda, dan sekarang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan konsumen terbesar di Indonesia.

Semangat entrepreneur dan keteguhan Garibaldi tercermin dari kemampuan perusahaan untuk tetap bertahan di tengah krisis moneter yang merupakan tantangan terberat bagi Garibaldi dan PT WOM.

Berlandaskan hubungan dan jaringan bisnis yang baik, Garibaldi berhasil meraih dukungan dari para bankir, pemasok, pelanggan dan karyawan. Perusahaan benar-benar memperhatikan pelanggan dan tidak terlalu menekankan angka penjualan, tetapi kualitas pelayanan dan komunikasi untuk memastikan tidak terhentinya pembayaran dari pelanggan. (sumber)


Baca Artikel Pebisnis Jasa Lainnya di Ayopreneur.com

Selasa, 06 Desember 2016

Rudy Wanandi, Sang Pemilik Asuransi Wahana Tata

Rudy Wanandi, Sang Pemilik Asuransi Wahana Tata


Selama hampir 30 tahun, PT Asuransi Wahana Tata telah menjadi bisnis utama Rudy Wanandi. Hal itu diawali ketika Rudy membeli Maskapai Asuransi Madijo di tahun 1974. Setahun kemudian, Rudy mengubah nama perusahaannya menjadi Asuransi Wahana Tata yang mencerminkan inovasi dan pertumbuhan.

Guna memperkuat perusahaan, Rudy menerapkan model bisnis yang berfokus pada sentralisasi untuk menguatkan organisasi secara internal. Pada awalnya, industri perbankan menjadi fokus perusahaan. Selama dekade 1980-an, ketika ekonomi Indonesia tengah booming, perusahaan melebarkan sayap ke segmen korporasi. Di pertengahan 1990-an, berlandaskan filosofi bisnis yang cermat, Rudy menambah variasi usahanya dengan bidang ritel/konsumen untuk mempertahankan posisi perusahaan sambil tetap berkembang di tengah krisis perbankan dan moneter.

Seiring dengan kompetisi bisnis yang semakin ketat, Rudy mengutamakan integrasi seluruh proses untuk menawarkan pelayanan prima. Saat ini, perusahaannya tercatat sebagai salah satu dari 10 besar perusahaan asuransi kategori asuransi umum, serta menempati posisi ke-7 di Indonesia dalam perolehan premi.

Rudy mampu meyakinkan para pemegang saham untuk menginvestasikan kembali keuntungan mereka. Hal ini menunjukkan kepercayaan para pemegang saham, komisaris, dan tentunya karyawan. Sebuah perusahaan yang diawali satu kantor operasional dengan 25 karyawan telah menjelma menjadi perusahaan yang hadir di 15 provinsi dan didukung 30 kantor cabang dan 700 karyawan. (sumber)


Baca Artikel Pebisnis Jasa Lainnya di Ayopreneur.com